Tampilkan postingan dengan label Puisi Berani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Berani. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juli 29, 2008

Di Bawah Satu Matahari

Aku melihat pagi
Yang diawali letusan senjata api
Dihujani peluru
Mendengar teriakannya
Melihat dia jatuh
Tak ada yang menangis
Aku melihat seorang ibu
Dia berdoa untuk anak lelakinya
Membawanya pulang
Membiarkannya hidup
Jangan sampai dia mati

Pernahkan kau bertanya pada dirimu sendiri
Adakah surga di langit?
Mengapa kita tak bisa meraihnya?

Kita ini hidup di bawah satu matahari
Kita berjalan di bawah satu bulan
Tapi mengapa kita tidak bisa hidup berdampingan?

Aku melihat malam yang memudarkan bayangan satu per satu
Kami melihat anak-anak domba
Termakan kepuasan
Aku melihat anak-anak
Anak-anak mentari
Bagaimana mereka menangis
Bagaimana mereka hancur
Bagaimana mereka mati

Kadang aku berpikir
Aku mulai gila
Kita kehilangan semua yang kita miliki
Dan tak ada satu pun yang peduli
Tapi dalam hatiku terus meronta
Kita harus kembali bangkit
Dan membawa dunia kita pada satu cinta

Dan segalanya sungguh parah
Bila memang ada surga di atas kita
Pasti kita bisa menggunakan cinta yang sama

Karena kita hidup di bawah langit yang sama
Kita semua melihat pada bintang yang sama
Tapi mengapa kita tidak bisa hidup berdampingan?

Rabu, Juli 23, 2008

"Cinta, Harga Diri, dan Kematian" | "Semenjak Kehilanganmu"

Hujan turun ke bumi
Langit ikut menangisi hatiku
Yang pedih dan merana
Semenjak badai merengkuhmu dan cintaku
Semenjak petir dan gemuruh meluluhlantakkan kebahagiaanku dan dirimu
Semenjak itulah hari-hariku suram dan tak menentu

Api membakar seluruh tubuhku
Tapi ku tak merasakan panas
Angin meniup kencang, menyerbu pertahanan hidup
Tapi ku sama sekali tak roboh
Salju menumpuk mengubur tubuh telanjangku dalam-dalam
Tapi sedikit pun ku tak merasa kedinginan
Semenjak kehilanganmu dan cintamu
Aku seolah mati rasa
Juga kehilangan semangat hidup
Kapankah ajal hendak merengkuhku
Kematian terasa lebih baik
Dari pada harus hidup tanpamu
Lebih baik pergi ke surga tuk melupakanmu

Memelukmu dalam mimpi saja tak bisa
Apalagi mengharap kau kembali padaku
Haruskah ku mengemis pada Tuhan
Gemuruh ombak takkan pernah berhenti
Silih berganti petir bernyanyi
Guntur menggelegar mentertawakanku
Ke manakah harus ku cari
Harga diriku lenyap demi cintamu
Betapa tak tau malunya diriku
Kau sudah tak mau, tapi ku tetap memaksa

Bila musim dingin selamanya bersalju
Mungkin hatimu akan terus membeku
Entah kapan musim semi akan datang
Hatiku sudah lama mengerang
Memaksamu mencintai aku lagi
Aku tak lagi kenal harga diri

Bila hatimu telah mencair
Ingatlah aku yang tak punya malu
Mencintaimu dan melupakan harga diri
Mungkin saja, saat itu aku sudah mati

Jumat, Juli 18, 2008

Harga Diri dan Kehormatan

Harga diri..
Apalah arti sebuah harga diri
Ketika sudah terinjak-injak
Dengan langkah kebiadapan

Kehormatan..
Bagaimana bisa ku pertahankan
Kalau harga diri sudah tak dianggap
Sudah buruk di mata orang

Aku sudah tak perawan lagi
Kau telah merenggutnya
Dan aku tak mampu menyelamatkannya
Karena cintaku padamu adalah SESAT

Aku ingin mati
Aku malu
Aku ingin mati, mati, dan mati
Tapi aku takut
Takut akan pengadilan Sang Hakim Abadi
Takut akan siksaan api Neraka
Takut akan pertanggungjawaban ini

Haruskah ku jawab, jika Tuhan bertanya, "Kenapa kau bunuh diri?"
Belum ku jawab saja, Dia sudah tau
Aku harus bagaimana?

Hey, Lelaki Jahanam!
Kenapa hanya aku yang menanggungnya?
Kenapa hanya aku yang terbebani?
Sedangkan kau enak-enakan
Menggauli wanita lemah lainnya
Ya.. Rabb..
Haruskah ku tanggung sendiri semua ini?
Bukankah aku tak pernah menginginkannya
Mana keadilanMu?
Hamba mohon keadilanMu!!

Rabu, Juli 02, 2008

Aku Benci Kamu

Kau pikir, kau ini siapa?
Kau tak punya hak permainkan aku seperti ini
Ini diriku, milik diriku, bukan untuk kau hina
Kau pun tak punya alasan `tuk membenciku begini

Seharusnya yang marah itu aku
Karena kau permainkan aku
Seharusnya yang minta maaf itu kamu
Karena yang salah itu kamu

Kenapa harus aku yang mengalah?
Padahal sudah sering kau menang
Kenapa harus aku yang menurut?
Padahal setiap hari kau selalu berkuasa

Aku benci kamu
Ingin ku caci dirimu
Namun ku tak berdaya
Karena aku pun mencintaimu

Aku benci kamu
Ingin ku maki dirimu
Namun aku tak mampu
Karena aku takut kehilanganmu...

Tuk Lelaki Bernafsu, Dari Wanita Korbannya

kau mau marah?
silahkan..
Mau caci maki dirku?
ayo, silahkan..
Ada banyak waktu yang tersedia
Belum puas?

Ludahi saja wajahku ini
Dari pada kau renggut harta termuliaku ini
Kenapa tidak kau cincang saja sekalian tubuhku ini?
Dari pada kau rampas kehormatanku
Yang selalu ingin ku pertahankan

Aku memang wanita lemah
Tak punya rudal tuk hancurkan nafsu iblismu
Tak punya geranat tuk ledakkan kegilaanmu
Juga tak punya lemari es untuk bekukan tingkah liarmu

Hanya satu yang ku punya
Yaitu pendirianku
Ingatlah selalu bahwa..
"AKU MENCINTAIMU TUK BAHAGIAKANMU. AKU MENYAYANGIMU TUK TENTRAMKAN HATIMU. DAN, BILA SUATU SAAT NANTI AKU MEMBENCIMU, ITU BUKAN BERARTI AKU INGIN MENYAKITI HATIMU.."

love you.. my babe..