Tampilkan postingan dengan label Tien Shang Ren Jien: Ai Cien Nien. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tien Shang Ren Jien: Ai Cien Nien. Tampilkan semua postingan

Sabtu, September 13, 2008

Jodoh Abadi

Seperti angin dan pasir
Angin ke gunung
Pasir itu ke gunung
Ke mana pun kau pergi
Aku kan mengikutimu
Menjelajahi dunia kehidupan
Penuh cerita beraneka ragam

Seperti sungai dan lautan
Sungai mengalir ke laut
Lautan menerima sungai
Aku datang padamu
Kau memeluk hatiku

Tak kan mungkin pasir diam saja
Saat tertiup angin
Pasti ikut terbang
SKe mana pun angin membawanya
Dan...

Jumat, Juli 11, 2008

Rinduku Padamu

Melihat gunung di depan mata
Tapi sedikit pun tak bisa meraihnya
Melihatmu berdiri di depanku
Tapi ku tak bisa memelukmu
Terbesit rindu di hati
Ingin rasanya berlari
Mengejar terbenamnya matahari
Sayangnya aku tak mampu
Malam pun tiba
Dan aku menangis sendirian

Ku menatap langit
Dengan air mata menetes
Memohon pada-Nya
Kembalikan dirimu padaku
Sayangnya, Dia sudah tak peduli
Lalu, pada siapa aku harus mengadu?

Rabu, Juli 09, 2008

Mulai Berpisah

Aku sungguh tak mengerti
Mengapa harus terjadi
Cinta baik-baik malah dipisahkan
Jadi menderita karena rindu
Rindu yang entah kapan bisa diobati

Malam tanpa bulan
Malam tanpa bintang
Dengan langit mendung tanpa cerah
Awan tebal menggumpal
Kita mulai berpisah
Jalani takdir masing-masing

Hidup jadi tak tenang
sulit dipertahankan
Langit runtuh, aku tak sanggup menopang
Tanpamu seharusnya aku mati..

Cinta

Hari indah
Pemandangan indah
Burung berkicau merdu
Melagukan kata hati terindah
Mereka terbang mengitari dunia
Menebarkan kedamaian
Cinta pun bersemi dan terus berkembang
Bagai bunga mawar yang indah di musim semi
Hujan turun membasahi hati yang kering
Menyejukkan hati yang gersang
Cinta datang di waktu yang tepat
Mengisi hidup dengan kebahagiaan

Aku Menunggumu

Inilah yang ku takutkan
Yang tak ku harapkan
Yang enggan ku inginkan
Mengapa harus terjadi juga?
Berpisah denganmu
Air mataku pun menetes

Inilah yang ku cemaskan
Yang tak ku impikan
Yang tak ku bayangkan
Akhirnya pun terjadi
Berpisah denganmu
Ku harus hidup tanpamu
Ku takkan bisa..

Lihatlah di telaga mulai berkabut
Entah ke arah mana kau pergi
Aku tak bisa melihat
Tak peduli kau pergi ke mana
Tak ku hiraukan berapa lama berpisah
Ku kan menunggumu dengan setia
Rinduku kan selalu menjagamu

Mencintaimu

Aku bukanlah sebuah pulau tanpa pepohonan
Aku bukanlah seorang yang tanpa harapan
Dalam setiap do'aku
Memohon pada Langit
Tentang keabadian cinta kita

Aku bukanlah hujan tanpa mendung
Aku bukanlah seorang tanpa keinginan
Yang aku takutkan adalah
Kehilangan cintamu
Di saat ku begitu mencintaimu

Bila dunia haruslah berakhir
Bila waktu haruslah berhenti
Aku tak peduli apapun
Asalkan tetap bersamamu
Mencintaimu kan menguatkan hatiku

Aku hanyalah perahu yang butuh ombak
Aku hanyalah seorang yang memiliki ambisi
Ambisi tuk mencintaimu
Setulus hatiku
Seluruh tenagaku tercurah untuk mencintaimu

Aku hanyalah nelayan yang butu ikan
Aku hanyalah seorang yang membutuhkanmu
Membutuhkan cintamu untuk terus hidup
Tetap tersenyum dan tertawa
Tanpamu hanya ada penderitaan tiada akhir
Dan merana tanpa henti

Bersamamu
Aku tak takut api membakar tubuhku
Aku tak takut ribuan belati menghujam dadaku
Yang ku takut hanyalah
Berpisah tanpamu tanpa bertemu kembali

Mencintaimu..
Membuatku meluapakan duka yang mendalam
Membuatku ingin terus hidup
Memiliki ribuan harapan dan impian
Selama bersamamu ku kan selalu mencintaimu..

Cinta Ribuan Tahun

Cinta ribuan tahun
Kisahnya mengundang hati untuk berbahagia
Dan membuat air mata rela tuk berlinang
Hingga pepohonan pun menumbangkan dirinya
Hujan pun berani membanjiri dunia

Cinta ribuan tahun
Antara kau dan aku
Begitu kokoh, takkan mudah goyah
Selamanya bersama, takkan berpisah

Bila memandang wajahmu
Senyumku takkan pudar
Di Telaga Cinta yang kau bangun untukku
Kita bercinta, dalam pelukan angin
Cinta ribuan tahun
Kan abadi sampai di surga