Tampilkan postingan dengan label Quit Playin Games With My Heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quit Playin Games With My Heart. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juli 29, 2008

Di Balik Kebahagiaan

Senang dan bahagia
Itu yang ku rasakan
Setelah benar-benar memastikan
Hatimu memang untukku
Ingin ku raih dalam pelukan
Tak disangka semudah ini
Sudah ada jalan tuk merengkuhmu
Aku sungguh bahagia

Pelukanmu
Ciumanmu
Membuatku setiap hari merindukanmu
Belaianmu
Sentuhanmu
Aku sungguh cinta kamu

Namun mengapa
Akhirnya ku tau
Kau menipu perasaanku
Cintamu hanyalah pura-pura
Tidakkah kau pertimbangkan sebelumnya?
Keputusanmu untuk menipuku begini..
Tidakkah kau pikirkan baik-baik?
Bagaimana bila luka ini tak dapat terobati?
Ku mencintaimu dengan tulus
Tapi kau persembahkan duri di atas pangkuanku
Begitu perihnya..

Sedih dan menderita
Itu yang ku rasakan
Setelah benar-benar memastikan
Hatiku tertipu olehmu
Ingin ku melepasmu
Tak disangka begitu sulit
Tak ada jalan
Aku sungguh terluka

Bila aku mengingatmu
Pelukanmu
Ciumanmu
Membuatku setiap hari terluka
Belaianmu
Sentuhanmu
Aku sungguh terluka..

Sabtu, Juli 26, 2008

Mengapa Kau Harus Pergi?

"Jawaban dari puisi 'Harus Bagaimana Lagi?'"

Maafkan aku karna ku menyukaimu
Ku tak bisa berhenti
Tak bisa menyimpan
Tak bisa bertahan lagi

Maafkan aku karna ku menyayangimu
Kau selalu di sisiku
Selalu bersamaku
Dan menemani aku

Maafkan aku lagi karna ku mencintaimu
Setiap saat terbayang wajahmu
Setiap hari memikirkanmu
Setiap malam memimpikanmu
Ku tak sanggup bila hidup tanpamu

Acuhkanlah aku selama kau mau
Marahlah padaku semau dirimu
Ku kan tetap peduli
Kan tetap menyayangimu
Ku tak akan sedih
Bila terluka karnamu
Bila tersakiti olehmu
Ku kan tetap tersenyum padamu
Terus berbaik hati padamu

Kalau kau memang tak bisa
Memang tak mau mencintaiku
Kau tak perlu pergi dariku
Bila kau memang marah dan kesal padaku
Jangan kau pergi dariku
Tak perlu meninggalkanku
Kesallah padaku
Marahlah padaku
Acuhlah padaku
Mengapa kau harus pergi?
Kembali padaku
Pulang padaku
Hidup bersamaku lagi....

Harus Bagaimana Lagi?

Semua sudah ku lakukan
Tapi kau tetap bertahan
Ku mengacuhkanmu
Kau tetap peduli
Ku marah padamu
Kau terus sayang padaku
Ku tak tau lagi
Harus bagaimana..?

Ku ingin kau tau satu hal
Bahwa aku tak pernah mencintaimu
Walau kau harus mati
Ku tetap tak bisa mencintaimu
Bukan karena apa dan siapa
Tapi karena aku memang tak mau mencintaimu

Ku melukaimu
Kau tetap tersenyum padaku
Ku menyakitimu
Kau terus berbaik hati padaku
Tak bisakah kau mengerti
Aku tak ingin mencintaimu

Harus bagaimana lagi?
Ku sungguh tak tau
Membuatmu memahami diriku
Yang tak kan pernah mau mencintaimu
Ku tak kan meminta maaf
Agar kau tau
Aku ini seperti apa..

Meski harus berdusta
Ku tetap tak akan mencintaimu
Bukankah ku sudah menawarkan persahabatan
Dan kau menolaknya
Bahkan memaksaku jadi kekasihmu
Kalau begini, keji mana..?
Aku atau dirimu..?

Bukan Lagi Punuk Yang Merindukan Bulan

Hari ini begitu indah
Aku melihat burung terbang dan berkicau
Sangat merdu dan aku menikmatinya
Kini ada kau di sisiku
Tak perlu merisaukan apapun

Kan ku daki gunung tertinggi
Mengabarkan pada seluruh alam
Bahwa aku begitu bahagia
Telah menjadi kekasihmu
Yang tak kan pernah kau tinggalkan..

Wahai Alam!
Ibundanya semesta
Kau dan anak-anakmu kan melihat
Kan menjadi saksi
Bahwa aku akan selalu mencintainya seumur hidupku

Oh, Mentari.. sang raja menguasai semesta
Jagalah cinta ini
Dengan kehangatan cahayamu
Jangan biarkan kegelapan meredupkannya
Aku cinta dia.. sepanjang hidupku

Pepohonan.. bunga-bunga.. rerumputan..
Para hewan di hutan dan di jalanan
Para buah-buahan dan sayuran
Kalian yang sedang tumbuh di bawah bintang-bintang malam
Saksikanlah kisah cinta yang baru bergulir di antara kami
Begitu indah dan menyentuh hati
Membuat kalian jadi terharu

Dan, oh Bulan..!
Aku bukan lagu punuk yang merindukanmu
Harapan dan mimpiku
Telah terwujud berkat kehadiranmu
Aku mencintainya..
Begitu mencintainya..

Kamis, Juli 24, 2008

Koneksi Selalu Gagal

Kedua mataku sudah pentium empat
Masuk MIRC cinta
Dengan server cinta tercepat
Irc.panahcinta.net.id
Sudah pakai speedy pula
Tapi kenapa koneksi selalu gagal?
Ku coba ganti server paling bagus
irc.cintamati.dal.net
Tetap tidak nyambung

Ku tak mengerti apanya yang salah
Mataku menatapmu
Tapi kau malah memalingkan wajah
Tanganku menggandengmu
Tapi kau malah pura-pura mau garuk kepala
Mencoba memelukmu
Tapi badanmu langsung membeku

Ku tlah kirimkan data-data perasaanku
Memasang koneksi yang baik
Dengan server tercepat
Juga modem yang canggih
Percuma
Tak ada reaksi yang diharapkan
Lewat YM, MSN, MySpace, juga Friendster sekalian MultiPly dan Blogger
Tetap tak bisa nyambung
Lewat AOL dan google malah jadi error
Kenapa ini?
Apanya yang salah?
Tolong jelaskan padaku!!

Tak Mau Mencintaimu

Bukannya ku membencimu
Bukannya ku tak suka padamu
Ada alasan lain
Ku tak bisa melakukannya

Lihatlah keadaan kita bagaimana
Aku memang pemilih
Karena itulah ku tak mau mencintaimu
Kita bukanlah pasangan yang tepat
Kau tak memenuhi kriteriaku dalam mencari pasangan hidup

Aku tau..
Cinta tak pandang usia
Tapi ku tetap tak mau
Kau terlalu tua untukku
Aku terlalu muda untukmu
Sungguh tak serasi
Kau tak boleh jadi kekasihku
Dan ku tak mau mencintaimu

Maafkan bila ku terlalu pemilih
Yang tua dan muda memang ku permasalahkan
Karena, bila aku tua nanti
Kau mati duluan
Lagi pula aku pasti malu
Saat ku segar bugar
Kau sudah jadi kakek tua bertongkat
Malu, lah!

Sekali lagi maafkanlah aku
Yang tak mau mencintaimu
Kau sudah dengar alasannya
Itulah aku..

Rabu, Juli 23, 2008

Malam ini Bersamamu

Kau tersenyum
Kau tertawa
Ku menatapmu penuh rasa suka
Meski tak ku mengerti
Mengapa kau tak mau menerima tanganku tuk menggandeng tanganmu

Bulan tersenyum
Bintang tertawa
Aku jadi malu sendiri
Mendadak rasa canggung mengingatkanku untuk mengontrol diri

Karena mereka tau
Aku ingin memelukmu
Aku ingin menciummu
Aku ingin mengatakan aku mencintaimu
Aku tau belum saatnya
Belum waktu yang tepat

Ku senang
Ku bahagia
Malam ini bersamamu
Tak ku sangka
Tak ku duga
Bisa bersmamu malam ini

Tak terasa, telah larut
Kau masih di sini bersamaku
Tak peduli pada bulan dan bintang
Ku bahagia sekali
Ku di sini malam ini bersamamu

Selasa, Juli 22, 2008

Ku Takut Jatuh Cinta Padamu, Tapi Ku Tlah Jatuh Cinta Padamu

Taukah kau..
Selama ku bersamamu
Tak pernah sekali pun
Ku berani menatap matamu sedalam itu
Dan ku tak berani
Membiarkanmu membelai rambutku sehalus itu
Karna ku takut jatuh cinta padamu
Ku selalu mencoba dan terus mencoba
Untuk tetap bertahan

Taukah kau..
Selama ku bersamamu
Tak pernah sekali pun
Ku mengajakmu menghitung bintang di langit
Karna ku takut jatuh cinta padamu
Dan ku tak berani
Mengajakmu memandang bulan di malam hari
Karna ku takut jatuh cinta padamu
Ku selalu mencoba dan terus mencoba
Untuk tetap bertahan

Taukah kau..
Selama ku bersamamu
Tak pernah sekali pun
Aku membiarkan diriku berlama-lama dalam pelukanmu
Karna ku takut jatuh cinta padamu
Dan ku tak berani
Membiarkanmu menggenggam erat tanganku
Karna ku takut jatuh cinta padamu
Ku selalu mencoba dan terus mencoba
Untuk tetap bertahan

Tapi kini..
Ketika kau memintaku menatapmu
Sambil membelai rambutku
Ketika kau mengajakku menghitung bintang-bintang di langit
Dan memandangi rembulan malam ini
Ketika kau memelukku lama
Juga menggenggam erat tanganku
Sungguh ku tak mampu lagi bertahan
Taukah kau..
Ku tlah jatuh cinta padamu

Saat pagi ku tak melihatmu
Ada rindu tertinggal dalam hatiku
Saat siang memikirkanmu
Ada rindu terselip di celah ruang hatiku
Saat sore menyambut kedatanganmu
Ada rindu menusuk kalbuku
Saat malam memimpikanmu
Aku rindu kepadamu
Sungguh, ku tlah jatuh cinta padamu

Dalam rindu, ku berkata
Tak mungkin ku jatuh cinta padamu
Pada langit, ku berseru
Mana mungkin ku jatuh cinta padamu
Menjelang kepergianmu, ku bertanya
Apakah mungkin ku jatuh cinta padamu?
Sungguh ku tak percaya
Ku tlah jatuh cinta padamu

Kerinduan membuatku tau
Langit pun menjelaskan padaku
Kepergianmu menyadarkanku
Bahwa aku memang jatuh cinta padamu

Tapi ku takut..
Semua hanya mimpi
Dan sesungguhnya..
Ku memang mencintaimu
Jangan sampai..
Kau membuatku terluka..

Sungguh, ku tlah..
Tak mampu bertahan..

Jumat, Juli 18, 2008

Bersamaku

Bersamaku..
Tak perlu takut
Tepiskan segala kerisauan
Ada aku yang melindungimu
Bersamaku..
Takkan ada
Rasa gelisah, gundah, dan gulana
Ada aku yang selalu di sisimu

Biar langit runtuh
Kita kan menahannya bersama-sama
Hujan dan badai
Takkan pisahkan kita
Bumi terbelah empat pun
Kita tetap bersama

Bersamaku..
Kau kan tau
Bahwa hidup bisa lebih bahagia
Ada aku yang selalu menyenangkanmu
Bersamaku..
Kau kan bisa
Terus tersenyum dan tertawa tanpa henti
Ada aku bersamamu..

Rabu, Juli 16, 2008

Sulit

Begitu sulitnya meluluhkan hatimu
Membantu mengerti
Bahwa aku menyukaimu
Seperti memancing duyung di lautan
Hanya menggunakan kail tanpa umpan

Terlalu sulit bagiku
Membuatmu memahami perasaanku
Aku tak bisa terus begini
Hingga menjadi gila karnamu

Tolonglah mengerti aku
Yang tak bisa menahan diri
Ingin rasanya katakan padamu
Ku mencintaimu
Tolonglah pahami aku
Tentang perasaanku
Kisah dramatik dalam hatiku
Berjuang tuk mendapatkanmu

Bisakah kau katakan sesuatu
Apa yang harus ku lakukan?
Agar kau mempermudah jalanku
Tuk meraih hatimu
Beri aku kunci tuk membukanya
Jangan terlalu rapat menutupnya
Aku takut tak mampu
Saking sulitnya bisa membuat hatiku mati..

Cinta Tak Pandang Usia

"ini adalah suara hati seorang pria berusia 35 tahun, yang jatuh cinta sama gadis muda belia berusia 19 tahun. Jauh banget, ya..." www.quitplayingameswithmyheart.blogspot.com

Bila ku boleh meminta pada Tuhan
Ku ingin mengurangi usiaku
Agar sepadan dengan usiamu
Namun itu hanyalah sebuah permintaan bodoh

Lihatlah..
Senja telah tiba
Tapi kau tetap cerah seperti pagi
Aku sungguh tak ingin
Lalui malam sendirian

Apakah kau begitu pemilih?
Yang tua, yang muda kau permasalahkan
Dalam asmara pun begitu
Tak tau kah kau, hatiku yang dingin dan tua ini
Menaruh cinta sedalam samudera untukmu
Apa yang harus ku lakukan
Agar kau mengerti
Bahwa cinta tak pandang usia

Lagi pula, aku belum terlalu tua
Usiaku belum 40 tahun
Kenapa kau sangat mempermasalahkannya?
Aku mencintaimu
Tak peduli berapapun usiamu
Ku tetap mencintaimu
Kaulah yang terbaik untukku
Biarlah kau bilang aku egois
Kau cukup tau satu hal
Aku mencintaimu..

Hatiku Milikmu

Seperti merpati yang bebas terbang
Mengepakkan sayapnya
Membuatku selalu terpana menatapmu
Tak bisa lagi ku sembunyikan
Bahwa aku mencintaimu

Malam yang panjang
Dalam tidur pun memimpikanmu
Seolah memelukmu dan mengatakan cinta padamu
Kadang ku merasa gila

Seandainya benar ku bisa memelukmu
Tak perlu berpikir lagi
Hatiku memang milikmu
Meski kau tak pernah menganggap keberadaan cintaku
Ku kan berusaha membuatmu tau
Aku mencintaimu

Kadang ku merasa cemas
Saat kau bebas datang dan pergi
Ku takut kau kan pergi selamanya..

Jumat, Juli 04, 2008

Masih Ada Kebaikan

Tak ku sangka..
Kau masih mau baik padaku
Setelah apa yang ku lakukan padamu
Melukai hatimu
Menyinggung perasaanmu
Aku jadi kehabisan kata-kata untuk minta maaf
Karena senyummu bagai anugrah
Membuatku malu berhadapan denganmu
Aku sungguh tak punya muka

Meski kau sering kali dapat cacianku
Kerap dimaki olehku
Kau tetap baik padaku
Meski kau terkadang memang menyebalkan
Tapi masih ada banyak kebaikan
Yang kau berikan padaku..

Rabu, Juli 02, 2008

Terlalu Indah

Kau berikan segala yang ku mau
Semua yang ku inginkan
Apapun kau lakukan untukku
Meski begitu indah..
Tapi tak bisa hapuskan dukaku

Memang begitu indah
Semua yang kau lakukan
Semua yang kau berikan
Hanya untukku
Namun tetap tak bisa mengundang tawaku

Hatiku bimbang menghadapimu
Terlalu indah untuk ku buang
Kenyataan ini membuatku tak bisa jauh
Tak ingin berpisah darimu
Apakah cinta dan kesetiaanku
Cukup untuk membalas semuanya?
Karna hanya ini.. yang ku punya

Aku Mulai Suka

Sekian lama ku hidup dalam kesendirian
Hujan dan badai tak mampu robohkanku
Senyum dan tawa seakan tak mengenaliku
Tapi aku jauh dari rasa putus asa
Seolah air dan api telah menjadi teman
Dicampur minyak pun tak akan ada perang

Tetapi..
Malam itu di tengah ramainya jalan raya
Aku menemukan bagian lain dari kehidupan
Itulah dirimu..

Kau..
Yang selalu tertawa dan gembira
Selalu riang dan bersemangat
Ternyata menyimpuan ribuan duka
Menahan laju darah yang mengalir lewat luka menganga di hatimu
Kau yang begitu polos..
Ternyata menantang rasa takut untuk mencoba tersenyum dan tertawa

Aku mengagumimu..
Aku mulai suka padamu..
Tak peduli pada gunung pisau pun
Kan ku daki demi membahagiakanmu..