Tampilkan postingan dengan label C. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label C. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juli 29, 2008

Cintaku Tiada Akhir Untukmu

Percayalah padaku
Penantianmu tidak sia-sia
Keabadian rindu akan segera sirna
Dan aku akan datang memeluk hatimu
Tunggulah, aku pasti datang
Mengobati kerinduanmu yang penuh air mata

Kita kan bersama kembali
Menghitung bintang-bintang di langit
Menyuarakan kebahagiaan dan cinta
Aku akan tetap bersamamu

Percayalah padaku
Aku pasti akan datang
Meski melewati mimpi demi mimpi semu
Tapi hatiku akan terus mencarimu
Hanya saja jarak dan waktu begitu panjang dan jauh
Membuat perpisahan getir kita jadi sangat lama

Aku tak sabar lagi meraih tanganmu
Menyongsong pelukanmu
Aku merindukanmu, Kekasihku..

Meski tahun-tahun telah berganti
Dan rambutku pun telah memutih
Bulan dan bintang tetap ada
Menjadi saksi tentang janjiku padamu
Aku pasti datang memenuhi rindu ini

Walau zaman pun tak sama lagi
Dan aku bukan yang dulu lagi
Hatiku tetap sama
Aku kan menepati janjiku padamu
Aku pasti kembali padamu
Hatiku terus meronta ingin bersamamu

Hanya kaulah kekasih abadiku
Cintaku padamu kan tetap ada
Hingga selama-lamanya takkan sirna
Cintaku tiada akhir untukmu
Misteri penantianmu pun tak sia-sia..

Sabtu, Juli 26, 2008

Cemburu

Dahulu.. kau mencintaiku
Dahulu.. kau menyayangiku
Tapi semudah itu kau campakkan diriku
Berpaling tuk mencintainya
Ku tak sanggup jalani semua
Jujur ku cemburu tiada habisnya
Ku kesal setengah mati padanya
Dia merebut kau yang bukan miliknya

Aku sungguh cemburu
Ingin membunuhnya buru-buru
Tapi ku tau kau tak kan ragu
Juga membunuhku buru-buru

Benar-benar aku cemburu
Tak bisa lagi menahan diri
Habislah kesabaranku
Setiap hari melihat kalian mesrah
Hatiku jadi remuk!
Aku cemburu!!

Rabu, Juli 23, 2008

"Cinta, Harga Diri, dan Kematian" | "Semenjak Kehilanganmu"

Hujan turun ke bumi
Langit ikut menangisi hatiku
Yang pedih dan merana
Semenjak badai merengkuhmu dan cintaku
Semenjak petir dan gemuruh meluluhlantakkan kebahagiaanku dan dirimu
Semenjak itulah hari-hariku suram dan tak menentu

Api membakar seluruh tubuhku
Tapi ku tak merasakan panas
Angin meniup kencang, menyerbu pertahanan hidup
Tapi ku sama sekali tak roboh
Salju menumpuk mengubur tubuh telanjangku dalam-dalam
Tapi sedikit pun ku tak merasa kedinginan
Semenjak kehilanganmu dan cintamu
Aku seolah mati rasa
Juga kehilangan semangat hidup
Kapankah ajal hendak merengkuhku
Kematian terasa lebih baik
Dari pada harus hidup tanpamu
Lebih baik pergi ke surga tuk melupakanmu

Memelukmu dalam mimpi saja tak bisa
Apalagi mengharap kau kembali padaku
Haruskah ku mengemis pada Tuhan
Gemuruh ombak takkan pernah berhenti
Silih berganti petir bernyanyi
Guntur menggelegar mentertawakanku
Ke manakah harus ku cari
Harga diriku lenyap demi cintamu
Betapa tak tau malunya diriku
Kau sudah tak mau, tapi ku tetap memaksa

Bila musim dingin selamanya bersalju
Mungkin hatimu akan terus membeku
Entah kapan musim semi akan datang
Hatiku sudah lama mengerang
Memaksamu mencintai aku lagi
Aku tak lagi kenal harga diri

Bila hatimu telah mencair
Ingatlah aku yang tak punya malu
Mencintaimu dan melupakan harga diri
Mungkin saja, saat itu aku sudah mati

Jumat, Juli 18, 2008

Cinta Penuh Dusta

Terkadang ku sesali
Apa yang telah terjadi
Dan kini ku sadari
Tak ingin kehilanganmu

Manakah yang harus ku pilih
Antara cinta dan kejujuran
Tapi ku takut tak bisa
Bila harus melepasmu

Bagaimana bila nanti kau tau..
Aku tak seindah yang kau pikirkan
Ku berbeda dari yang ada di anganmu
Apakah kau akan tetap menerima?

inilah yang ku takutkan
Aku tak mau bila harus kehilanganmu
Ku kan rela, apapun sebutanku darimu
Akulah sang pendusta yang mencintaimu
Akulah sang pembual yang menyayangimu

Cinta Bukanlah Dosa

Mengintai cerita masa lalu
Ku sibak lembar demi lembar usang
Penuh air mata dan duka
Gemetar tanganku melemah
Jantungku terasa berhenti sudah

Ku pejamkan mata sebelum ku melihat
Apa yang sebenarnya tlah terjadi
Ku takut sedih bila nanti ku tau
Bahwa ceritanya penuh luka

Nyawa dan hidup ini Tuhan yang beri
Anugrah dan karunia yang paling indah
Meski cinta berada di bawah mereka
Namun tanpa cinta
Nyawa dan hidup ini takkan ada harganya

Bila ada yang mengatakan
Bahwa cinta ini terlarang
Perlu kau tau.. bukan cintanya yang salah
Cinta tak mengenal dunia fana
Ia hanya berteman dengan perasaan

Jangan pernah menyalahkan cinta
Karena cinta tak bisa bersalah
Ia bukanlah dosa yang harus dibuang jauh
Ia adalah nafas malaikat
Yang harus kau coba untuk meraihnya

Cinta bukanlah dosa
Ia tak mengenal rupa
Hanya mengenal hati yang bersih
Jangan salahkan.. cinta

Cemburu Itu

Bagai malam berpetir
Bersahut-sahutan
Aku terus terkejut tiada henti
Seiring petir memecah keheningan hati

Ketika dia bilang kau kekasihnya
Padahal kau tau ku mencintaimu
Kau bilang, hanya aku yang pantas untukmu
Namun kenapa bisa ada dia?

Cemburu itu..
Tiada henti usik jiwaku
Rasa cemburu.. buatku jauh darimu
Apakah benar yang datang itu rasa cemburu

Cemburu itu..
Musnahkanlah
Dari dalam hatiku
Mungkinkah aku memang mencintaimu

Cinta Tiada Akhir

Ada seribu luka
Menganga di hatiku
Ada berjuta duka
Membuat air mataku basah di pipiku
Ketika ku sadar tak mungkin memilikimu
Aku hanyalah benalu dalam hidupmu
Menumpang bahagia dalam damaimu

Namun cintaku tiada pernah kan berakhir
Selama langit dan bumi tak menyatu
Dan gunung pun masih bertebing
Cintaku tetap untukmu
Cintaku tetap tak kan terganti
Dan cintaku tiada akhir selamanya

Ku tau kau merasakan yang sama
Kau pun mencintaiku
Kita hanya butuh waktu
Tuk menyadarkan semua
Kita saling mencintai..

Cinta

Terlalu indah ku rasakan
Manis cinta berbuah bahagia
Mana kala ku dalam dekapanmu
Lepas sudah segala resah

Bagai ku berdiri di kaki pelangi
Kau bimbing daku dengan senyummu
Perasaan bahagia tak akan sirna
Hingga akhir waktu ku terus bersamamu

Oh..
Ku mencintaimu
Dengan segala rasa cinta yang ku punya
Ku menyayangimu
Dan tak sanggup bila berpisah denganmu
Aku tak akan mampu
Oh.. Cinta..

Begitu indah ku kenangkan
Hari-hari bersamamu tak terlupakan
Begitu indah.. begitu damai
Tiada resah menghantui..

Rabu, Juli 16, 2008

Cinta Tak Pandang Usia

"ini adalah suara hati seorang pria berusia 35 tahun, yang jatuh cinta sama gadis muda belia berusia 19 tahun. Jauh banget, ya..." www.quitplayingameswithmyheart.blogspot.com

Bila ku boleh meminta pada Tuhan
Ku ingin mengurangi usiaku
Agar sepadan dengan usiamu
Namun itu hanyalah sebuah permintaan bodoh

Lihatlah..
Senja telah tiba
Tapi kau tetap cerah seperti pagi
Aku sungguh tak ingin
Lalui malam sendirian

Apakah kau begitu pemilih?
Yang tua, yang muda kau permasalahkan
Dalam asmara pun begitu
Tak tau kah kau, hatiku yang dingin dan tua ini
Menaruh cinta sedalam samudera untukmu
Apa yang harus ku lakukan
Agar kau mengerti
Bahwa cinta tak pandang usia

Lagi pula, aku belum terlalu tua
Usiaku belum 40 tahun
Kenapa kau sangat mempermasalahkannya?
Aku mencintaimu
Tak peduli berapapun usiamu
Ku tetap mencintaimu
Kaulah yang terbaik untukku
Biarlah kau bilang aku egois
Kau cukup tau satu hal
Aku mencintaimu..

Rabu, Juli 09, 2008

Cinta

Hari indah
Pemandangan indah
Burung berkicau merdu
Melagukan kata hati terindah
Mereka terbang mengitari dunia
Menebarkan kedamaian
Cinta pun bersemi dan terus berkembang
Bagai bunga mawar yang indah di musim semi
Hujan turun membasahi hati yang kering
Menyejukkan hati yang gersang
Cinta datang di waktu yang tepat
Mengisi hidup dengan kebahagiaan

Cinta Ribuan Tahun

Cinta ribuan tahun
Kisahnya mengundang hati untuk berbahagia
Dan membuat air mata rela tuk berlinang
Hingga pepohonan pun menumbangkan dirinya
Hujan pun berani membanjiri dunia

Cinta ribuan tahun
Antara kau dan aku
Begitu kokoh, takkan mudah goyah
Selamanya bersama, takkan berpisah

Bila memandang wajahmu
Senyumku takkan pudar
Di Telaga Cinta yang kau bangun untukku
Kita bercinta, dalam pelukan angin
Cinta ribuan tahun
Kan abadi sampai di surga

Cintaku Yang Kesepian

Aku datang demi kehidupan dulu
Aku mencintai kehidupan ini
Dunia fana penuh debu
Cintaku yang kesepian
Melihatmu di kehidupan lampau
Mencintaimu di kehidupan lampau
Aku dan kau masih bermimpi apa?
Mataku berkaca-kaca..

Cemas

Di kamar begitu sepi
Lukisan begitu sepi
Perasaan yang bimbang
Menarik perhatian
Dia pergi jauh mencari masalah sendiri
Seperti ombak yang dahsyat
Badai menghantam burung yang lemah
Hati sedih menangis memandang langit

Cinta Yang Dalam

Cinta yang dalam
Membenci yang pekat
Ujung dunia yang jauh
Dulu burung Murai memberitau hari sudah fajar
Hari ini malah mendengar burung gagak
Gunung yang berlapis-lapis
Langit yang luas
Tidak menghalangiku datang dan pergi

Rabu, Juli 02, 2008

Cerita Yang Tak Masuk Akal

Kau tak percaya.. ya sudah..
Kalian tak percaya.. ya sudah..
Mereka tak percaya.. ya sudah..
Aku tak akan memaksa..

Mau percaya..
Mau tidak percaya..
Terserah saja..
Aku juga tak akan memaksa..

Malam itu, aku bercerita
Tentang perjalananku menuju masa depan
Bodohnya aku.. kenapa harus cerita?
Membuat diriku ditertawakan olehmu saja..

Sudalah..

Cinta Mendalam, Hujan Nan Berkabut

Cinta mendalam, hujan nan berkabut
Gedung-gedung basah tersiram hujan
Teringat saat pertama kali berjumpa
Kau dan aku, ramainya jalan raya
Walau angin bertiup kencang
Segala tetap tampak indah

Cinta mendalam, hujan nan berkabut
Belum terlambat untuk bertemu
Untuk apa terburu-buru
Gunung dan sungai beriringan
Senandung lengking teteskan air mata
Cinta pun bergejolak

Cinta mendalam, hujan nan berkabut
Menatap gedung-gedung tinggi
Cinta dipendam sendiri
Berharap di musim semi, musim panas, gugur, dan dingin
Berharap tanpa terbalas, ke manakah burung bisa terbang pulang?